MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pengelolaan lingkungan sekaligus pengembangan tata kota. Rencana tersebut dibahas Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat menerima audiensi dengan Hary Sasono pemilik Bluder Cokro dan arsitek dari Jakarta Antonius Richard di Balai Kota, Jumat (11/9).
“Ya saya kedatangan tamu, dari Jakarta, seorang arsitektur yang punya karya-karya bahkan sudah di internasional, yang mana kami berdiskusi terkait rumah maggot,” ujar Plt wali kota.
Plt wali kota mengatakan, desain rumah maggot untuk Kota Madiun telah disiapkan. Saat ini, Pemkot masih menentukan rencana pelaksanaan sekaligus melakukan survei lokasi pembangunan.
“Jadi yang sudah didesain begitu untuk Kota Madiun, yang mana tadi kami berkomunikasi bagaimana nanti plan-nya kapan, ini masih kita tentukan sambil survei tempat untuk pembangunannya. Yang nanti pembangunan ini akan diserahkan ke masyarakat karena ini tidak menggunakan APBD,” jelasnya.
Rencananya, rumah maggot akan dibangun di beberapa lokasi. Salah satunya rumah maggot berukuran besar rencana berada di wilayah Kecamatan Manguharjo. Konsepnya rumah maggot sendiri tidak dibangun di setiap RT, melainkan disesuaikan dengan jumlah KK yang dilayani serta pengelolaan oleh masyarakat. Dengan adanya rumah maggot tersebut diharapkan dapat membantu dalam pengelolaan sampah.
Selain membahas rencana rumah maggot, Plt wali kota juga mengajak arsitek melihat langsung kawasan PSC. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai penataan kota sekaligus melihat potensi sejumlah titik di Kota Madiun secara langsung.
“Saya juga mengajak berdiskusi terkait bagaimana tata kota di Madiun, yang mana harapannya insight-insight baru dari Mas Richard dari RAD-Arsitektur ini nanti bisa memberikan sentuhan-sentuhan untuk beberapa titik di Kota Madiun,” jelasnya.
Dari diskusi tersebut, Plt wali kota mendapat sejumlah gambaran mengenai konsep desain yang dapat diterapkan di Kota Madiun. Masukan tersebut diarahkan pada desain yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tadi saya sudah dikasih spill-spill yang mana arsitek desainnya lebih kepada yang bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Plt wali kota berharap kolaborasi tersebut dapat menghadirkan gagasan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam pengelolaan lingkungan maupun pengembangan tata kota.
(Bip/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun