--}}
π Perkuat Perencanaan, Pertajam Anggaran, Maksimalkan Hasil Pembangunan
Perencanaan yang baik bukan sekadar menyusun program dan mengalokasikan anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah diarahkan untuk mencapai hasil yang jelas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur menyerahkan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026 kepada Pemerintah Kota Madiun, Senin (29/9/2026).
Kepala Perwakilan BPKP Jawa Timur Hasoloan Manalu menekankan pentingnya money follow program atau money follow result, sehingga anggaran mengikuti program dan hasil yang ingin dicapai.
βDari ujung dulu, hasilnya dulu yang kita inginkan apa, baru kemudian uangnya mengikuti."
Evaluasi dilakukan pada lima sektor prioritas, yaitu pendidikan, kesehatan, penurunan prevalensi stunting, pengentasan kemiskinan, dan ketahanan pangan, dengan total intervensi sekitar Rp135 miliar atau 12,71% dari APBD Kota Madiun.
π BPKP juga mengidentifikasi sejumlah ruang perbaikan, antara lain penguatan desain intervensi, keselarasan indikator kinerja, kualitas output, serta integrasi manajemen risiko dalam proses perencanaan hingga pengendalian.
Sebagai tindak lanjut, BPKP mendorong Pemkot Madiun untuk:
β
Memperbaiki desain intervensi berdasarkan Critical Success Factor
β
Merumuskan sasaran, target, dan indikator yang SMART
β
Memperkuat cascading kinerja dari tingkat nasional hingga perangkat daerah
β
Mengintegrasikan manajemen risiko dalam siklus perencanaan dan penganggaran
π― Hasil evaluasi dan *policy brief* diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemkot Madiun untuk memperkuat perencanaan dan penganggaran tahun 2027.
π€ BPKP Jawa Timur terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pengelolaan anggaran yang semakin tepat sasaran, terukur, dan berorientasi pada hasil pembangunan.
#BPKPJatim #BPKP #KotaMadiun
2024 Β© by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun